Imbas Penyemprotan Desinfektan, Berujung Kesalahpahaman (E-UTS)

Imbas Penyemprotan Desinfektan, Berujung Kesalahpahaman


    Boyolali – Pentingnya penyemprotan cairan disinfektan untuk keadaan yang sedang terjadi yaitu merebaknya virus yang sedang berkembang biak yang bermula dari Wuhan China dan telah tersebar di seluruh dunia. Virus tersebut bernama Corona Virus Disease 2019 atau biasa disebut Covid19. Dengan adanya penyemprotan desinfekta ini sangatlah membantu, cairan ini bisa membersihkan virus pada permukaan benda-benda dan pada tubuh atau baju yang tidak dapat terlihat oleh mata telanjang.

RSUD dr Moewardi Solo yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan penanganan Corona di Kota Solo. Maka dari itu telah diadakannya penyemprotan desinfektan untuk lingkungan rumah untuk tenaga medis RSUD Moewardi. Tetapi dengan adanya penyemprotan di 2 rumah seorang perawat RS moewardi di desa wukirosari pulisen boyolali pada tanggal 21 maret 2020 telah terjadi kesalah pahaman yang tersebar di grup dan story whatshaap yang menimbulkan kabar hoax. yang menerangkan bahwa telah ada seseorang yang telah terjangkit virus corona diantara kedua rumah tersebut.

    
        Berita tersebut telah tersebar luas dan membuat heboh satu kelurahan dan warga berbondong bondong datang ke rumah perawat tersebut. Dan berita tersebut sampai di telinga kepala desa di kelurahan Pulisen Boyolali. Kepala desa kelurahan pulisen yang bernama Dony Mahendra bersama dengan perwakilan dari kepolisian polres boyolali dan juga koramil boyolali  telah berkeliling di kelurahan pulisen untuk sosialisasi dan mereka menjelaskan bahwa berita yang tersebar luas di whatshaap adalah berita hoax. Dan beliau menerangkan bahwa tidak ada satupun orang atau warga di kelurahan pulisen yang terjangkit virus corona atau covid19. Tetapi memang ada pasien ODP (orang dalam Pengawasan) karena baru saja pulang dari Jakarta ataupun daerah luar boyolali yang telah berada di zona merah covid19.

            Dony Mahendra selaku kepala desa menghimbau agar warga pulisen boyolali tetap tenang, waspada, dan juga menerapkan hidup sehat dengan cara mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan juga menghimbau agar warga menghindari kerumunan orang  dan juga tidak keluar rumah.

            Dalam rangka pencegahan virus covid19 atau biasa disebut sebagai virus corona ini, di kelurahan pulisen salah satu upayanya yaitu setiap rumah harus menyediakan tempat cuci tangan dan disediakan sabun di sampingnya. Dan juga pemerintah kelurahan pulisen telah memberi bantuan desinfektan  berupa cairan karbol untuk warga per Rukun Tetangga agar dibagikan per rumah untuk di semprotkan di sekitar rumahnya. Dan masyarakat Pulisen Boyolali telah menerapkan himbauan tersebut. 

Penulis/Editor  :  Diah Parmasih

Komentar

Postingan Populer