Lebaran Online
Lebaran yang berbeda di tahun ini. Banyak aturan yang ada di tahun ini. Tidak sama seperti halnya lebaran lebaran di tahun tahun sebelumya. Ya ini dikarenakan masih maraknya virus yang sedang melejit yaitu virus cprpna atau covid-19 yang sedang menyebar.
Tidak bisa bertemu bersapa berpelukan secara langsung dengan sanak saudara yang telah lama di tunggu kedatangannya. Telah ditunggu kepulangannya. Sampai sampai sholah idul fitri pun dijaga ketat oleh aparat keamanan desa dan juga di patroli langsung oleh kepolisisan sektor setempat.
Di desa Wukirosari contohnya. Di desa ini masih melakukan sholat idul fitri dalam keadaan adanya virus ini, tetapi masih menjalankan protokol kesehatan yang di terapkan oleh warga disini. Dan sholat idul fitri disini hanya untuk warga sekotar masjid. Orang luar daerah tidak di perbolehkan untuk mengikuti sholat idul fitri di masjid di desa ini. Jarak untuk jamaah juga di atur 1 meter. Tidak boleh berjabat tangan tidak ada kotak infaq dan dilakukan berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.
Lebaran kali ini terasa sepi, karena tidak ada orang yang berkunjung di rumah, tidak ada sanak saudara yangpulang dari tanah perantauan. Tetapi dengan adanya teknologi yang canggih saat ini rasa kangen yang dirasa bisa sedikit berkurang, dengan melakukan telfon biasa ataupun dengan vidio call dengan saudara yang sedang berada jauh dari kita.
Lebaran tahun ini sangatlah berbeda dengan tahun tahun yang lalu. Dengan adanya virus ini kita bisa belajar dengan pentingnya bertemu,saangat sedihnya jika tidak dapat bertemu apalagi dengan saudara yang benar benar tidak pernah bertemu. Bertemu hanya setahun sekali jika lebaran tetapi pada tahun ini mereka yang ditunggu tidak pulang. Pasti rasanya sangatlah berbeda.
Merayakan hari kemenangan dengankeadaan seperti ini sangatlah berbeda dan merupakan pengalaman yang tidak dapat di lupakan. Karena baru pertama kali kita rasakan. Tetapi kita tidak boleh tenggelam dalam keadaan ini karena dengan keadaan ini kita masih bisa bersyukur. Kita masih bisa berkumpul dengan keluarga di rumah, karena memang tidak boleh pergi kemana mana jadi kita masih bisa berkumpul ndengan keluarga di rumah, berbagi ampau dan cerita di depan tv dengan menyantap makanan dan juga kue lebaran yang telah di dapat dari THR dan juga yang telah dimasak.
Untuk itu agar keadaan membaik kita harus sadar akan kebersihan dan kesehatan diri sendiri, jalankan protokol kesehatan dan jalankan anjuran pemerintah agar pandemi ini segera berakhir.
Tidak bisa bertemu bersapa berpelukan secara langsung dengan sanak saudara yang telah lama di tunggu kedatangannya. Telah ditunggu kepulangannya. Sampai sampai sholah idul fitri pun dijaga ketat oleh aparat keamanan desa dan juga di patroli langsung oleh kepolisisan sektor setempat.
Di desa Wukirosari contohnya. Di desa ini masih melakukan sholat idul fitri dalam keadaan adanya virus ini, tetapi masih menjalankan protokol kesehatan yang di terapkan oleh warga disini. Dan sholat idul fitri disini hanya untuk warga sekotar masjid. Orang luar daerah tidak di perbolehkan untuk mengikuti sholat idul fitri di masjid di desa ini. Jarak untuk jamaah juga di atur 1 meter. Tidak boleh berjabat tangan tidak ada kotak infaq dan dilakukan berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.
Lebaran kali ini terasa sepi, karena tidak ada orang yang berkunjung di rumah, tidak ada sanak saudara yangpulang dari tanah perantauan. Tetapi dengan adanya teknologi yang canggih saat ini rasa kangen yang dirasa bisa sedikit berkurang, dengan melakukan telfon biasa ataupun dengan vidio call dengan saudara yang sedang berada jauh dari kita.
Lebaran tahun ini sangatlah berbeda dengan tahun tahun yang lalu. Dengan adanya virus ini kita bisa belajar dengan pentingnya bertemu,saangat sedihnya jika tidak dapat bertemu apalagi dengan saudara yang benar benar tidak pernah bertemu. Bertemu hanya setahun sekali jika lebaran tetapi pada tahun ini mereka yang ditunggu tidak pulang. Pasti rasanya sangatlah berbeda.
Merayakan hari kemenangan dengankeadaan seperti ini sangatlah berbeda dan merupakan pengalaman yang tidak dapat di lupakan. Karena baru pertama kali kita rasakan. Tetapi kita tidak boleh tenggelam dalam keadaan ini karena dengan keadaan ini kita masih bisa bersyukur. Kita masih bisa berkumpul dengan keluarga di rumah, karena memang tidak boleh pergi kemana mana jadi kita masih bisa berkumpul ndengan keluarga di rumah, berbagi ampau dan cerita di depan tv dengan menyantap makanan dan juga kue lebaran yang telah di dapat dari THR dan juga yang telah dimasak.
Untuk itu agar keadaan membaik kita harus sadar akan kebersihan dan kesehatan diri sendiri, jalankan protokol kesehatan dan jalankan anjuran pemerintah agar pandemi ini segera berakhir.



Komentar
Posting Komentar